akuntan vs auditor – Pada artikel saat ini kjagsp.com akan menerangkan tentang pajak dan akuntansi.

Pajak ialah pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat lazim.

Rakyat yang membayar pajak tak akan merasakan manfaat dari pajak secara langsung, sebab pajak digunakan untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan pribadi.

Pajak ialah salah satu sumber dana pemerintah untuk melakukan pembangunan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Pemungutan pajak bisa dipaksakan karena dilakukan berdasarkan undang-undang.

Pajak pada dasarnya bersifat memaksa Untuk Setiap Warga Negara Jika seseorang telah memenuhi prasyarat subjektif dan persyaratan objektif, karenanya patut untuk membayar pajak.

Dalam undang-undang pajak sudah dijelaskan, bila seseorang dengan sengaja tidak membayar pajak yang mesti dibayarkan. Maka ada ancaman hukuman administratif ataupun sanksi secara pidana.

Kemudian Akuntansi merupakan pengevaluasian, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membikin alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah.

akuntan vs auditor

akuntan vs auditor

Sebelum kita menjelaskan akuntan vs auditor. Ada baiknya kita ketahui dulu seluk beluk pajak dan akuntansi.

Dalam perbedaannya, Pajak berbeda dengan retribusi. Contoh retribusi: dikala mendapatkan manfaat parkir, maka patut membayar sejumlah uang, yaitu retribusi parkir, tapi pajak tidak seperti itu.

Pajak

Pajak yaitu salah satu sarana pemerataan pendapatan warga negara.

Jadi dikala membayar pajak dalam jumlah tertentu, Anda tidak seketika menerima manfaat pajak yang dibayar

Pajak yang akan Anda dapatkan berupa pembetulan jalan raya di daerah Anda, fasilitas kesehatan cuma-cuma bagi keluarga, beasiswa pengajaran bagi anak Anda, dan lain-lainnya.

Menurut Undang-undang, pajak dikendalikan dalam undang-undang negara.

Ada beberapa undang-undang yang mengendalikan seputar mekanisme perhitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak.

Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak, pantas dengan fungsinya berkewajiban melaksanakan pembinaan/penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan.

Dalam menjalankan fungsinya hal yang demikian, Direktorat Jenderal Pajak berupaya sebaik mungkin memberikan pelayanan terhadap masyarakat sesuai visi dan misi Direktorat Jenderal Pajak.

Tipe Pajak

Penggolongan pajak berdasarkan institusi pemungutannya di Indonesia dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu Pajak Sentra dan Pajak Daerah.

1. Pajak Pusat

Pengertian Pajak Sentra merupakan pajak-pajak yang dikelola oleh Pemerintah Sentra yang dalam hal ini sebagian besar dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak – Kementerian keuangan.

2. Pajak Daerah

Lalu Pajak Tempat yaitu pajak-pajak yang dikelola oleh Pemerintah Daerah seperti di tingkat Propinsi maupun Kabupaten/Kota.

Semua pengadministrasian yang terkait dengan pajak pusat. Akan dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP). Juga Kantor Kawasan Direktorat Jenderal Pajak serta di Kantor Sentra Direktorat Jenderal Pajak.

Untuk pengadministrasian yang terkait dengan pajak derah, akan dilaksanakan di Kantor Dinas Pendapatan Daerah atau Kantor Pajak Daerah atau Kantor sejenisnya yang dibawahi oleh Pemerintah Daerah setempat.

Wajib Pajak

Siapa yang digolongkan sebagai wajib Pajak ialah orang pribadi atau badan. Mencakup pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak. Penerapan mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketetapan undang-undang perundang-undangan perpajakan.

Manfaat Pajak

Sebagaimana halnya perekonomian dalam suatu rumah tangga atau keluarga, perekonomian negara juga mengetahui sumber-sumber penerimaan dan pos-pos pengeluaran.

Pajak yaitu sumber utama penerimaan negara.

Tanpa pajak, sebagian besar aktivitas negara sulit untuk bisa dilaksanakan.

Setiap uang pajak meliputi mulai dari belanja pegawai hingga dengan pembiayaan beragam proyek pembangunan.

Pembangunan sarana umum seperti jalan-jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit/puskesmas, kantor polisi dibiayai dengan memakai uang yang berasal dari pajak.

Uang pajak juga diaplikasikan untuk pembiayaan dalam rangka memberikan rasa aman bagi semua lapisan masyarakat.

Setiap warga negara mulai dikala dilahirkan sampai dengan meninggal dunia, menikmati fasilitas atau pelayanan dari pemerintah yang semuanya dibiayai dengan uang yang berasal dari pajak.

Pajak juga digunakan untuk mensubsidi barang-barang yang betul-betul diperlukan masyarakat dan juga membayar utang negara ke luar negeri.

Pajak juga dipakai untuk menolong UMKM baik dalam hal pembinaan dan modal.

Dengan demikian jelas bahwa peranan penerimaan pajak bagi suatu negara menjadi sungguh-sungguh dominan dalam menyokong jalannya roda pemerintahan dan pembiayaan pembangunan.

Disamping fungsi budgeter (fungsi penerimaan) di atas. Pajak juga melakukan fungsi redistribusi pendapatan dari masyarakat yang memiliki kesanggupan ekonomi yang lebih tinggi kepada masyarakat yang rendah.

Oleh sebab itu tingkat kepatuhan Wajib Pajak dalam menjalankan keharusan perpajakannya secara bagus dan benar yakni prasyarat mutlak untuk tercapainya fungsi redistribusi pendapatan.

Sehingga pada akhirnya kesenjangan ekonomi dan sosial yang ada dalam masyarakat dapat dikurangi secara maksimal.

Pengertian Akuntansi

Prinsip inti akuntansi keuangan modern ada pada cara pembukuan berpasangan.

Sistem ini mencakup pembuatan paling tidak dua usul untuk tiap-tiap transaksi: satu debit pada suatu akun, dan satu kredit berhubungan pada akun lain.

Jumlah keseluruhan debit mesti senantiasa sama dengan jumlah keseluruhan kredit.

Metode ini akan memudahkan pemeriksaan jika terjadi kekeliruan.

Metode ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan di Eropa, sedangkan ada pula yang beranggapan bahwa metode ini sudah digunakan sejak zaman Yunani kuno.

Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak berubah sejak dulu.

Reformasi akuntansi dalam berbagai format selalu terjadi pada tiap generasi untuk mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi.

Yaitu demikian, hal ini tak merubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang memang diharapkan tidak bergantung pada dampak ekonomi seperti itu.

Pengetahuan Akuntansi Bagi Pengusaha Adalah

Selain memperhatikan produk, marketing, customer service dan berbagai hal lainnya, ada satu hal yang penting yang tak boleh dianggap remeh oleh pengusaha merupakan problem keuangan.

Relasi keuangan adalah hal yang sangat peka, sebuah spot kritis yang tak boleh dipungkiri.

Salah mengelola keuangan, pembukuan yang berantakan akan terjadi.

Kurangnya kontrol atau pengetahuan terhadap akuntansi yang kurang akan mengakibatkan tersendatnya jalan usaha, malah tidak menutup kemungkinan mengakibatkan kebangkrutan.

Baca Juga: Konsultan P4jak

Persamaan Akuntansi dan Pajak

Akuntansi komersial atau disebut juga akuntansi keuangan merupakan kegiatan jasa yang menyediakan informasi keuangan.

Laporan keuangan pajak umum disebut dengan laporan keuangan fiskal dan laporan keuangan fiskal biasanya dibuat di akhir tahun.

Tersebut ini dijalankan untuk mengetahui berapa jumlah pajak yang semestinya dibayar dan supaya laporan keuangan sesua dengan permintaan fiskus.

Akuntansi komersial yakni progres penyusunan laporan keuangan sesuai dengan PSAK. Memudahkan pembukuan diperlukan untuk menghitung pajak terhutang dan verifikasi, serta pemeriksaan dan investigasi kepada kebenaran penghitungan jumlah utang pajak tersebut.

Akuntansi pajak ialah pelaksanaan pembentukan laporan keuangan sesuai dengan regulasi perpajakan.

Kegunan pembukuan untuk perpajakan:

  • Mempermudah wajib pajak (WP) mengisi SPT.
  • Mempermudah perhitungan pengahsilan kena pajak.
  • Penyajian informasi tentang posisi financial dan hasil usaha untuk bahan analisis atau pengambilan keputusan ekonomi perusahaan.

Konsep Dasar Akuntansi Perpajakan

Tujuan Kebijakan Perpajakan:

  1. Aspek Alokasi: Tax policy diarahkan pada sikap netral (tidak/cenderung pengaruhi alokasi & diserahkan pada mekanisme pasar).
  2. Aspek Distribusi: Diarahkan untuk pengaruhi penyebaran pemilikan atau penguasaan faktor- faktor produksi dan pemerataan hasil pembangunan.
  3. Aspek Stabilisasi: Dilakukan melalui politik perpajakan, dimana pemerintah melakukan stabilitas ekonomi dengan tingkat pendayagunaan tertentu, SDM, stabilitas harga dan tingkat inflasi.

Keterikatan Akuntansi Komersial Dengan Akuntansi Pajak

Akuntansi adalah suatu ilmu yang luas maknanya, khususnya akuntansi komersial yang menjadi panutan akuntansi lainnya termasuk akuntansi pajak.

Perpajakan dan akuntansi komersial memiliki hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme.

Pemakaiannya yang artinya satu sama lainnya memiliki kekerabatan yang saling mendukung dan sungguh-sungguh erat kaitannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Akuntansi komersial adalah alat pembuktian bila administrasi perpajakan mengerjakan pemeriksaan pajak (tax audit )untuk menguji kepatuhan pemenuhan keharusan perpajakan.

Penghasilan yang dihitung menurut pembukuan wajib pajak yang didasarkan pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK ). Itu dapat berbeda dengan Penghasilan Kena Pajak (PKP) yang dihitung menurut ketetapan pajak.

Perbedaan hal yang demikian bisa diklasifikasikan menjadi perbedaan konsisten (permanent differences) dan perbedaan waktu (timing differences).

Dengan demikian, bila terjadi perbedaan antara ketetapan akuntansi dengan ketetapan pajak. Untuk kebutuhan pelaporan dan pembayaran pajak karenanya Undang-Undang Perpajakan memiliki prioritas untuk dipatuhi sehingga tidak menimbulkan kerugian material bagi wajib pajak yang bersangkutan.

Mekanisme

Mekanisme penyesuaian akuntansi komersial ke akuntansi pajak umum disebut rekonsiliasi fiskal.

Persamaan Akuntansi Komersial Dengan Akuntansi Pajak:

  • Komersial: Menyediakan laporan & berita keuangan serta informasi lain terhadap pihak pengambil keputusan.
  • Pajak: Menyajikan laporan ekuangan & informasi lain (tax compliance) kepada administrasi pajak.

Konsep dasar akuntansi berlaku biasa, Laporan Keuangan Fiskal dan Komersial mencakup:

  • Accrual Basis: pengakuan transaksi saat terjadi, dilaporkan pada periode tsb.
  • Going Concern : mengasumsikan kegiatan perusahaan akan konsisten berlangsung terus.

Sebagian orang bertanya-tanya, sebaiknya wajib menerapkan akuntansi yang mana? Akuntansi komersial atau akuntansi pajak/fiskal?

Sebelum membahas lebih jauh, mungkin ada bagusnya kita ketahui terpenting dahulu karakteristik masing-masing.

Akuntansi komersial atau disebut juga akuntansi keuangan yakni kegiatan jasa yang menyediakan info keuangan untuk pengambilan keputusan.

info ini diperoleh melewati suatu proses akuntansi, info hal yang demikian diperlukan oleh setiap entitas usaha untuk mengenal posisi dan hasil usahanya.

Sehingga tujuan utamanya antara lain untuk menyediakan laporan keuangan kepada manajemen dan pihak-pihak pemangku kepentingan.

Lalu Akuntansi fiskal atau biasa disebut akuntansi pajak merupakan komponen dari akuntansi keuangan yang menekankan pada penyusunan laporan perpajakan (Surat Pemberitahuan (SPT)).

Dan pertimbangan konsekuensi perpajakan kepada transaksi atau kegiatan perusahaan.

Atau dengan kata lain akuntansi pajak bertujuan menyediakan kabar keuangan perusahaan yang dimaksudkan secara khusus terhadap otoritas pajak.

Sebagai salah satu pemenuhan kepatuhan pajak (tax compliance).

Akuntansi komersial, dalam pembentukan dan penyajiannya, berhaluan terhadap standar yang berlaku umum, adalah PSAK/IFRS.

Sedangkan akuntansi pajak berpedoman kepada tata tertib perundang-undangan.

Metode Mengisi SPT Pajak Tahunan PPH Perorangan

Berikut ini kami akan membeberkan cara mengisi SPT pajak tahunan PPH Untuk perorangan:

1. Buat laporan keuangan

Prosedur mengisi SPT pajak yang pertama, buatlah laporan keuangan mengenai usaha yang Anda miliki atau rekapitulasi untuk peredaran usaha bruto dalam rentang waktu satu tahun.

Kemudian isi SPT pajak tahunan PPh perorangan yang dimulai dari halaman paling akhir.

Halaman ini berisi daftar jumlah dari sirkulasi bruto pada pembayaran Pajak Penghasilan final.

2. Mengisi formulir untuk data harta dan hutang

Metode mengisi SPT pajak berikutnya, Anda silakan mengisi formulir SPT tahunan Pajak penghasilan.

Bukalah data harta Anda yang telah dipersiapkan sebelumnya. Akan ada kolom hutang atau kewajiban pada bagian bawah kolom harta.

Isilah kolom kewajiban tersebut dengan membuka data hutang milik Anda.

3. Mengisi bagian C

Metode mengisi SPT pajak berikutnya merupakan untuk bagian C. Isilah bagian hal yang demikian berupa daftar tanggungan milik Anda.

Langkah selanjutnya, Anda patut mengisi formulir SPT pajak tahunan PPh perorangan lampiran 1770-III.

Disini Anda akan diminta untuk mengisi data pendapatan final Anda, mencakup hadiah, bunga deposito, penjualan bangunan dan tanah, maupun penghasilan final yang lain.

4. Mengisi komponen B

Di bagian B, isilah komponen yang sesuai dengan pendapatan yang tidak termasuk dalam klasifikasi obyek pajak.

Kemudian cara mengisi SPT pajak pada lampiran 1770-II, Anda bisa mengisi kolom yang sudah disediakan hanya bila Anda mempunyai bukti potong pihak lain.

Bila ini bertujuan untuk melaporkan pemungutan yang dijalankan pihak lain.

Lalu, lanjutkan ke bagian lampiran 1770-I, yaitu khusus untuk patut pajak dengan pembukuan.

Langkah terakhir dalam metode mengisi SPT pajak, silakan mengisi formulir induk pada SPT1770.

Untuk menghindari kekeliruan saat mengisi SPT pajak tahunan PPh perorangan seperti yang sudah dibeberkan dalam sistem mengisi SPT pajak diatas. Alangkah pantasnya bila Anda juga tetap melakukan konsultasi dengan petugas di KKP atau Kantor Pelayanan Pajak agar mengisi SPT dengan lebih teliti.

Konsultan Pajak & Akuntansi Harga Terjangkau

Kalau Anda mencari konsultan pajak atau konsultan akuntansi karenanya kamilah ahlinya.

Kami PT. GLOBAL SAKTI PRIMA (Kantor Jasa Akuntansi) adalah pelayanan jasa bergerak di bidang jasa Akunting. Dan perhitungan perpajakan (masa bulanan / tahunan) guna membantu anda yang sibuk dengan aktivitas memajukan perusahaan sehingga tidak ada waktu untuk menuntaskan hal-hal yang berkaitan dengan keuangan.

Karena menerima staff keuangan yang kompeten dan setia di bidangnya. Tidak ingin repot dengan biaya gaji dan menyediakan daerah ruangan kantor & perlengkapannya yang butuh biaya besar.

Karenanya untuk mengatasi keadaan sulit itu, perusahaan membutuhkan seorang professional dari eksternal dengan biaya yang dapat disesuaikan dengan kesanggupan perusahaan anda.

Profesional, jujur, cermat, dan terpercaya yaitu semangat yang melandasi PT. Global Sakti Prima dalam melayani klien-klien dari beragam bidang usaha/ bisnis dan tingkatan level mulai usaha kecil, menengah hingga atas.

Kualifikasi Internasional

Statement of Membership Obligations, di antaranya yang berkaitan dengan practical experience dan continuing professional education yang dikontrol dalam International Education Standards.

Hadirnya Chartered Accountant (CA) Indonesia sesuai dengan ketentuan IFAC.

Dengan terbentuknya ASEAN Economic Community (AEC), ASEAN akan menjadi kawasan ekonomi yang sangat kompetitif dan terintegrasi ke dalam ekonomi global, sekalian tumbuh sebagai pasar.

Sebab prinsip pasar bebas ini yaitu free flow of services dan free flow of people, setelah Mutual Recognition Arrangement (MRA) di kawasan itu ditandatangani. Tidak pelak akan terjadi kompetisi ketat di berbagai sektor, termasuk jasa akuntansi.

CA akan menjadi motor profesionalisme akuntan yang bisa membawa Indonesia memimpin di era pasar tunggal hal yang demikian.

Sebagai senjata utama untuk menghadapi AEC 2015, maka CA atau akuntan profesional ini patut siap berkompetisi di arena regional.

Bila dilihat dari tujuannya, CA Indonesia dialamatkan untuk mensejajarkan diri dengan gelar pekerjaan akuntan internasional.

Sebutan CA juga menjadi poin tambah akuntan beregister, baik di taraf lokal ataupun internasional.

Poin tambah hal yang demikian yakni pengakuan sebagai akuntan profesional sesuai standar internasional dari IFAC.

Selain itu, para pemegang CA juga akan selalu dijaga kompetensinya. Harus diberi tanggung jawab untuk mengambil keputusan signifikan dalam bidang-bidang terkait dengan pelaporan keuangan untuk kepentingan publik, dan diakui oleh organisasi profesi negara lain.

Chartered Accountant (CA)

Sebutan Chartered Accountant (CA) cuma diberikan kpd orang-orang terpilih yang mempunyai kualifikasi tertentu.

Mereka menjalankan tanggung jawab pekerjaan, senantiasa merujuk pada kepentingan publik, berintegritas, serta objektif.

Mereka juga memiliki kompetensi dan kehati-hatian profesional, teguh menjaga rahasia, berbuat profesional dan mengerjakan jasa profesionalnya dengan standar teknis yang relevan.

Layanan Jasa PT. GLOBAL SAKTI PRIMA

Berikut ialah layanan jasa dari PT. GLOBAL SAKTI PRIMA:

1. JASA KONSULTASI PAJAK

Sekiranya klien memerlukan info dan advice atas aturan pajak beserta pengaplikasiannya di dalam praktek bisnis karenanya PT. GLOBAL SAKTI PRIMA siap memberikan jasa konsultasi pajak baik secara verbal ataupun secara tertulis.

2. JASA LAPORAN PAJAK | Tax Compliance

Kami memberikan layanan perpajakan berupa perhitungan pajak, pelaporan pajak dan administrasi laporan pajak sehingga Klien Kami bisa melakukan kewajiban perpajakannya dengan baik.

Layanan pelaporan pajak diantaranya laporan SPT Masa PPh, SPT Masa PPN dan SPT Tahunan PPh Badan maupun SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.

3. JASA PENDAMPINGAN PEMERIKSAAN PAJAK | VERIFIKASI

PT. GLOBAL SAKTI PRIMA mendampingi klien dalam menghadapi pemeriksa pajak, menjawab semua pertanyaan dari pemeriksa pajak dan kami menolong klien dalam mencocokan pembenaran yang dijalankan pemeriksa pajak.

4. JASA SPT TAHUNAN

Kami membantu anda sebagai klien kami dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan dan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.

5. JASA RESTITUSI PAJAK

Kami siap membantu Wajib Pajak dalam rangka permohonan restitusi atas lebih bayar pajak seperti dengan undang-undang perpajakan yang berlaku.

6. KEBERATAN DAN BANDING

Kami menolong wajib Pajak dalam mengajukan permohonan keberatan dan banding atas putusan fisus dan mendampingi klien kami selama pengerjaan keberatan dan banding.

7. REVIEW PAJAK | Tax Review

Kami melaksanakan tax review atas segala praktek akuntansi dan pelaporan pajak yang telah dikerjakan perusahaan dengan tujuan untuk memberikan ilustrasi atas tingkat kepatuhan klien pada peraturan pajak yang berlaku. Dan juga memberikan estimasi atas tingkat resiko pajak secara ideal.

Tax review yang KAMI lakukan mencakup tiap-tiap transaksi yang berpengaruh pada Pajak Penghasilan Perusahaan, Pajak Penghasilan Karyawan, Pajak Penghasilan yang bersifat final, Widholding Tax dan Pajak Pertambahan nilai.

Nah terima kasih telah membaca akuntan vs auditor ini.

Lihat Juga: Photo Kegiatan & ID Card KJA Global Sakti Prima

Untuk itu, Saran kami Gunakan Company directory dibawah ini untuk menghubungi Jasa Konsultan Pajak baik untuk konsultasi maupun tertarik mengaplikasikan jasa KAMI.

Dan KAMI akan langsung merespons pertanyaan Anda secepat yang dapat kami lakukan.

Contact

Sekiranya tertarik dengan jasa kami, segera hubungi kami.

KJA PT. GLOBAL SAKTI PRIMA
Jl. Kertamukti No. 10
(Depan RSU Hermina)
Ciputat, Tangerang Selatan

Telepon Kantor / Fax : 021-2759 8408
Email : gspkja@gmail.com  farid_wajdi@yahoo.co.id
Facebook: Jasa Pembuatan Laporan Keuangan dan Pajak
Instagram: PT. Global Sakti Prima
Telf/SMS : 0822-1371-6188
Telf/WA  : 0812-1970-077

Semoga artikel akuntan vs auditor ini dapat bermanfaat.

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.