8 prinsip akuntan – Kali ini kjagsp.com akan membeberkan mengenai pajak dan juga akuntansi dan jenis yang ada di dalamnya.

Pajak merupakan pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara dan akan dipakai untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat lazim.

Rakyat yang membayar pajak tak akan merasakan manfaat dari pajak secara lantas, sebab pajak diaplikasikan untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan pribadi.

Pajak yaitu salah satu sumber dana pemerintah untuk menjalankan pembangunan, baik pemerintah sentra maupun pemerintah daerah.

Pemungutan pajak dapat dipaksakan sebab dilaksanakan menurut undang-undang.

Pajak pada dasarnya bersifat memaksa Untuk Tiap-tiap Warga Negara Bila seseorang sudah memenuhi persyaratan subjektif dan prasyarat objektif, karenanya harus untuk membayar pajak.

Dalam undang-undang pajak sudah ditunjukkan, jikalau seseorang dengan sengaja tidak membayar pajak yang seharusnya dibayarkan. Karenanya ada ancaman hukuman administratif maupun sanksi secara pidana.

Kemudian Akuntansi yaitu pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai info yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membikin alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan institusi pemerintah.

8 prinsip akuntan

8 prinsip akuntan

Sebelum kita menjelaskan 8 prinsip akuntan. Ada baiknya kita ketahui dulu seluk beluk pajak dan akuntansi.

Dalam perbedaannya, Pajak berbeda dengan retribusi. Permisalan retribusi: saat memperoleh manfaat parkir, maka wajib membayar sejumlah uang, yaitu retribusi parkir, namun pajak tak seperti itu.

Pajak

Pajak adalah salah satu sarana pemerataan pendapatan warga negara.

Jadi saat membayar pajak dalam jumlah tertentu, Anda tak langsung mendapatkan manfaat pajak yang dibayar

Pajak yang akan Anda temukan berupa koreksi jalan raya di tempat Anda, fasilitas kesehatan tidak dipungut bayaran bagi keluarga, beasiswa pengajaran bagi si kecil Anda, dan lain-lainnya.

Menurut Undang-undang, pajak diatur dalam undang-undang negara.

Ada beberapa undang-undang yang membatasi perihal mekanisme perhitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak.

Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak, sesuai dengan fungsinya berkewajiban melakukan pembinaan/penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan.

Dalam melakukan fungsinya tersebut, Direktorat Jenderal Pajak berusaha sebaik mungkin memberikan pelayanan terhadap masyarakat sesuai visi dan misi Direktorat Jenderal Pajak.

Jenis Pajak

Penggolongan pajak berdasarkan institusi pemungutannya di Indonesia bisa dibedakan menjadi 2 (dua) yakni Pajak Sentra dan Pajak Daerah.

1. Pajak Sentra

Pengertian Pajak Sentra adalah pajak-pajak yang dikelola oleh Pemerintah Sentra yang dalam hal ini beberapa besar dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak – Kementerian keuangan.

2. Pajak Daerah

Sedangkan Pajak Tempat adalah pajak-pajak yang dikelola oleh Pemerintah Daerah baik di tingkat Propinsi maupun Kabupaten/Kota.

Semua pengadministrasian yang berkaitan dengan pajak sentra. Akan dikerjakan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP). Juga Kantor Kawasan Direktorat Jenderal Pajak serta di Kantor Sentra Direktorat Jenderal Pajak.

Untuk pengadministrasian yang terkait dengan pajak derah, akan dikerjakan di Kantor Dinas Pendapatan Daerah atau Kantor Pajak Daerah atau Kantor sejenisnya yang dibawahi oleh Pemerintah Daerah setempat.

Wajib Pajak

Yang termasuk sebagai wajib Pajak yaitu orang pribadi atau badan. Mencakup pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak. Penerapan mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan undang-undang perundang-undangan perpajakan.

Manfaat Pajak

Sebagaimana halnya perekonomian dalam suatu rumah tangga atau keluarga, perekonomian negara juga mengetahui sumber-sumber penerimaan dan pos-pos pengeluaran.

Pajak yaitu sumber utama penerimaan negara.

Tanpa pajak, sebagian besar kegiatan negara sulit untuk bisa dikerjakan.

Tiap-tiap uang pajak mencakup mulai dari belanja pegawai hingga dengan pembiayaan beraneka proyek pembangunan.

Pembangunan sarana umum seperti jalan-jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit/puskesmas, kantor polisi dibiayai dengan mengaplikasikan uang yang berasal dari pajak.

Uang pajak juga dipakai untuk pembiayaan dalam rangka memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tiap-tiap warga negara mulai ketika dilahirkan sampai dengan meninggal dunia, merasakan fasilitas atau pelayanan dari pemerintah yang semuanya dibiayai dengan uang yang berasal dari pajak.

Pajak juga dipakai untuk mensubsidi barang-barang yang amat dibutuhkan masyarakat dan juga membayar utang negara ke luar negeri.

Pajak juga digunakan untuk membantu UMKM baik dalam hal pembinaan dan modal.

Dengan demikian terang bahwa peranan penerimaan pajak bagi suatu negara menjadi sangat dominan dalam mendorong jalannya roda pemerintahan dan pembiayaan pembangunan.

Disamping fungsi budgeter (fungsi penerimaan) di atas. Pajak juga melaksanakan fungsi redistribusi pendapatan dari masyarakat yang mempunyai kesanggupan ekonomi yang lebih tinggi kepada masyarakat yang rendah.

Oleh sebab itu tingkat kepatuhan Pajak dalam menjalankan keharusan perpajakannya secara bagus dan benar adalah prasyarat mutlak untuk tercapainya fungsi redistribusi pendapatan.

Sehingga pada akhirnya kesenjangan ekonomi dan sosial yang ada dalam masyarakat bisa dikurangi secara optimal.

Pengertian Akuntansi

Prinsip inti akuntansi keuangan modern ada pada cara pembukuan berpasangan.

Cara ini meliputi pembuatan paling tak dua masukan untuk tiap transaksi: satu debit pada suatu akun, dan satu kredit berkaitan pada akun lain.

Jumlah keseluruhan debit sepatutnya selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit.

Sistem ini akan memudahkan pemeriksaan apabila terjadi kekeliruan.

Sistem ini diketahui pertama kali diterapkan pada abad pertengahan di Eropa, meski ada pula yang berpendapat bahwa sistem ini sudah dipakai semenjak zaman Yunani kuno.

Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tak banyak berubah semenjak dulu.

Reformasi akuntansi dalam beragam bentuk selalu terjadi pada setiap generasi untuk mempertahankan relevansi pembukuan dengan aset kapital atau kapasitas produksi.

Yaitu demikian, hal ini tak merubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang memang diinginkan tak bertumpu pada akibat ekonomi seperti itu.

Pengetahuan Akuntansi Bagi Pengusaha Adalah

Tak hanya memperhatikan produk, marketing, customer service dan pelbagai hal lainnya, ada satu hal yang penting yang tidak boleh dianggap sepele oleh pengusaha yaitu permasalahan keuangan.

Kekerabatan keuangan adalah hal yang betul-betul sensitif, sebuah spot kritis yang tak boleh diacuhkan.

Salah mengelola keuangan, pembukuan yang semrawut akan terjadi.

Kurangnya kontrol atau pengetahuan terhadap akuntansi yang kurang akan mengakibatkan tersendatnya jalan usaha, pun tak menutup kemungkinan mengakibatkan kebangkrutan.

Baca Juga: Konsultan Pajak Mur4h

Hubungan Akuntansi dan Pajak

Akuntansi komersial atau disebut juga akuntansi keuangan yakni kegiatan jasa yang menyediakan informasi keuangan.

Laporan keuangan pajak biasa disebut dengan laporan keuangan fiskal dan laporan keuangan fiskal biasanya dibuat di akhir tahun.

Tersebut ini dijalankan untuk mengetahui berapa jumlah pajak yang semestinya dibayar dan supaya laporan keuangan sesua dengan permintaan fiskus.

Akuntansi komersial ialah cara kerja pembentukan laporan keuangan sesuai dengan PSAK. Mempermudah pembukuan dibutuhkan untuk menghitung pajak terhutang dan verifikasi, serta pemeriksaan dan investigasi terhadap kebenaran penghitungan jumlah utang pajak tersebut.

Akuntansi pajak yaitu pelaksanaan pembentukan laporan keuangan sesuai dengan hukum perpajakan.

Manfaat pembukuan untuk perpajakan:

  • Mempermudah wajib pajak (WP) mengisi SPT.
  • Mempermudah perhitungan pengahsilan kena pajak.
  • Penyajian informasi tentang posisi financial dan hasil usaha untuk bahan analisis atau pengambilan keputusan ekonomi perusahaan.

Konsep Dasar Akuntansi Perpajakan

Tujuan Kebijakan Perpajakan:

  1. Aspek Alokasi: Tax policy diarahkan pada sikap netral (tidak/cenderung pengaruhi alokasi & diserahkan pada mekanisme pasar).
  2. Aspek Distribusi: Diarahkan untuk pengaruhi penyebaran pemilikan atau penguasaan faktor- faktor produksi dan pemerataan hasil pembangunan.
  3. Aspek Stabilisasi: Dilakukan melalui politik perpajakan, dimana pemerintah melakukan stabilitas ekonomi dengan tingkat pendayagunaan tertentu, SDM, stabilitas harga dan tingkat inflasi.

Hubungan Akuntansi Komersial Dengan Akuntansi Pajak

Akuntansi yakni suatu ilmu yang luas maknanya, terutama akuntansi komersial yang menjadi panutan akuntansi lainnya termasuk akuntansi pajak.

Perpajakan dan akuntansi komersial memiliki hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme.

Penggunaannya yang artinya satu sama lainnya memiliki hubungan yang saling mendorong dan benar-benar erat kaitannya sesuai dengan hukum yang berlaku.

Akuntansi komersial ialah alat pembuktian bila administrasi perpajakan melaksanakan pemeriksaan pajak (tax audit )untuk menguji kepatuhan pemenuhan keharusan perpajakan.

Penghasilan yang dihitung berdasarkan pembukuan wajib pajak yang didasarkan pada Standar Akuntansi Keuangan (SAK ). Itu bisa berbeda dengan Penghasilan Kena Pajak (PKP) yang dihitung berdasarkan ketentuan pajak.

Perbedaan hal yang demikian dapat dikelompokkan menjadi perbedaan tetap (permanent differences) dan perbedaan waktu (timing differences).

Dengan demikian, jika terjadi perbedaan antara ketetapan akuntansi dengan ketentuan pajak. Untuk keperluan pelaporan dan pembayaran pajak karenanya Undang-Undang Perpajakan mempunyai prioritas untuk dipatuhi sehingga tak menimbulkan kerugian material bagi wajib pajak yang bersangkutan.

Mekanisme

Mekanisme penyesuaian akuntansi komersial ke akuntansi pajak awam disebut rekonsiliasi fiskal.

Persamaan Akuntansi Komersial Dengan Akuntansi Pajak:

  • Komersial: Menyediakan laporan & info keuangan serta info lain terhadap pihak pengambil keputusan.
  • Pajak: Menyajikan laporan ekuangan & informasi lain (tax compliance) kepada administrasi pajak.

Konsep dasar akuntansi berlaku biasa, Laporan Keuangan Fiskal dan Komersial mencakup:

  • Accrual Basis: pengakuan transaksi saat terjadi, dilaporkan pada periode tsb.
  • Going Concern : mengasumsikan kegiatan perusahaan akan tetap berlangsung terus.

Sebagian orang bertanya-tanya, sebaiknya seharusnya memakai akuntansi yang mana? Akuntansi komersial atau akuntansi pajak/fiskal?

Sebelum membahas lebih jauh, mungkin ada bagusnya kita ketahui secara khusus dulu karakteristik masing-masing.

Akuntansi komersial atau disebut juga akuntansi keuangan yakni kegiatan jasa yang menyediakan berita keuangan untuk pengambilan keputusan.

kabar ini didapatkan lewat suatu pengerjaan akuntansi, info hal yang demikian dibutuhkan oleh tiap-tiap entitas usaha untuk mengenal posisi dan hasil usahanya.

Sehingga tujuan utamanya antara lain untuk menyediakan laporan keuangan kepada manajemen dan pihak-pihak pemangku kepentingan.

Sedangkan Akuntansi fiskal atau biasa disebut akuntansi pajak ialah bagian dari akuntansi keuangan yang menekankan pada pembentukan laporan perpajakan (Surat Pemberitahuan (SPT)).

Dan pertimbangan konsekuensi perpajakan kepada transaksi atau kesibukan perusahaan.

Atau dengan kata lain akuntansi pajak bertujuan menyediakan berita keuangan perusahaan yang dialamatkan secara khusus kepada otoritas pajak.

Sebagai salah satu pemenuhan kepatuhan pajak (tax compliance).

Akuntansi komersial, dalam pembentukan dan penyajiannya, berhaluan kepada standar yang berlaku umum, ialah PSAK/IFRS.

Sedangkan akuntansi pajak berhaluan terhadap aturan perundang-undangan.

Sistem Mengisi SPT Pajak Tahunan PPH Perorangan

Berikut ini kami akan menerangkan sistem mengisi SPT pajak tahunan PPH Untuk perorangan:

1. Buat laporan keuangan

Prosedur mengisi SPT pajak yang pertama, buatlah laporan keuangan mengenai usaha yang Anda miliki atau rekapitulasi untuk sirkulasi usaha bruto dalam rentang waktu satu tahun.

Kemudian isi SPT pajak tahunan PPh perorangan yang diawali dari halaman paling akhir.

Halaman ini berisi daftar jumlah dari sirkulasi bruto pada pembayaran Pajak Penghasilan final.

2. Mengisi formulir untuk data harta dan hutang

Sistem mengisi SPT pajak berikutnya, Anda silakan mengisi formulir SPT tahunan Pajak penghasilan.

Bukalah data harta Anda yang telah dipersiapkan sebelumnya. Akan ada kolom hutang atau kewajiban pada bagian bawah kolom harta.

Isilah kolom keharusan hal yang demikian dengan membuka data hutang milik Anda.

3. Mengisi bagian C

Metode mengisi SPT pajak berikutnya yakni untuk bagian C. Isilah komponen tersebut berupa daftar tanggungan milik Anda.

Langkah berikutnya, Anda harus mengisi formulir SPT pajak tahunan PPh perorangan lampiran 1770-III.

Disini Anda akan dipinta untuk mengisi data pendapatan final Anda, mencakup hadiah, bunga deposito, penjualan bangunan dan tanah, maupun penghasilan final yang lain.

4. Mengisi komponen B

Di komponen B, isilah bagian yang sesuai dengan pendapatan yang tak termasuk dalam kelompok obyek pajak.

Kemudian cara mengisi SPT pajak pada lampiran 1770-II, Anda bisa mengisi kolom yang sudah disediakan cuma sekiranya Anda mempunyai bukti potong pihak lain.

Seandainya ini bertujuan untuk melaporkan pemungutan yang dikerjakan pihak lain.

Lalu, lanjutkan ke bagian lampiran 1770-I, ialah khusus untuk harus pajak dengan pembukuan.

Langkah terakhir dalam sistem mengisi SPT pajak, silakan mengisi formulir induk pada SPT1770.

Untuk menghindari kekeliruan dikala mengisi SPT pajak tahunan PPh perorangan seperti yang sudah ditunjukkan dalam metode mengisi SPT pajak diatas. Alangkah bagusnya kalau Anda juga tetap melaksanakan konsultasi dengan petugas di KKP atau Kantor Pelayanan Pajak supaya mengisi SPT dengan lebih teliti.

Konsultan Pajak dan Akuntansi Harga Murah

Jika Anda mencari konsultan pajak atau konsultan akuntansi karenanya kamilah ahlinya.

Kami PT. GLOBAL SAKTI PRIMA (Kantor Jasa Akuntansi) merupakan pelayanan jasa bergerak di bidang jasa Akunting. Dan perhitungan perpajakan (masa bulanan / tahunan) guna membantu anda yang sibuk dengan aktivitas memajukan perusahaan sehingga tak ada waktu untuk menyelesaikan hal-hal yang terkait dengan keuangan.

Karena menerima staff keuangan yang kompeten dan loyal di bidangnya. Tidak berharap repot dengan biaya gaji dan menyediakan daerah ruangan kantor & perlengkapannya yang butuh biaya besar.

Karenanya untuk menyelesaikan problem itu, perusahaan memerlukan seorang professional dari eksternal dengan tarif yang dapat disesuaikan dengan kesanggupan perusahaan anda.

Profesional, jujur, akurat, dan terpercaya yakni motivasi yang melandasi PT. Global Sakti Prima dalam melayani klien-klien dari beraneka bidang usaha/ bisnis dan tahapan mulai usaha kecil, menengah sampai atas.

Kualifikasi Internasional

Statement of Membership Obligations, di antaranya yang terkait dengan practical experience dan continuing professional education yang dikendalikan dalam International Education Standards.

Hadirnya Chartered Accountant (CA) Indonesia cocok dengan ketetapan IFAC.

Dengan terbentuknya ASEAN Economic Community (AEC), ASEAN akan menjadi kawasan ekonomi yang sangat kompetitif dan terintegrasi ke dalam ekonomi global, sekalian tumbuh sebagai pasar.

Karena prinsip pasar bebas ini adalah free flow of services dan free flow of people, sesudah Mutual Recognition Arrangement (MRA) di kawasan itu ditandatangani. Tak pelak akan terjadi persaingan ketat di beraneka sektor, termasuk jasa akuntansi.

CA akan menjadi motor profesionalisme akuntan yang dapat membawa Indonesia memimpin di era pasar tunggal hal yang demikian.

Sebagai senjata utama untuk menghadapi AEC 2015, karenanya CA atau akuntan profesional ini harus siap bersaing di ajang regional.

Kalau diamati dari tujuannya, CA Indonesia dimaksudkan untuk mensejajarkan diri dengan gelar pekerjaan akuntan internasional.

Sebutan CA juga menjadi poin tambah akuntan beregister, baik di taraf lokal ataupun internasional.

Nilai tambah tersebut ialah pengakuan sebagai akuntan profesional seperti standar internasional dari IFAC.

Tak hanya itu, para pemegang CA juga akan senantiasa dijaga kompetensinya. Harus dikasih tanggung jawab untuk mengambil keputusan signifikan dalam bidang-bidang berkaitan dengan pelaporan keuangan untuk kepentingan publik, dan diakui oleh organisasi profesi negara lain.

Chartered Accountant (CA)

Sebutan Chartered Accountant (CA) hanya diberikan kpd orang-orang terpilih yang mempunyai kualifikasi tertentu.

Mereka mengerjakan tanggung jawab pekerjaan, senantiasa merujuk pada kepentingan publik, berintegritas, serta objektif.

Mereka juga mempunyai kompetensi dan kehati-hatian profesional, teguh menjaga rahasia, berbuat profesional dan melakukan jasa profesionalnya dengan standar teknis yang relevan.

Layanan Jasa PT. GLOBAL SAKTI PRIMA

Berikut merupakan layanan jasa dari PT. GLOBAL SAKTI PRIMA:

1. JASA KONSULTASI PAJAK

Sekiranya klien memerlukan berita dan advice atas aturan pajak beserta penggunaannya di dalam praktek bisnis karenanya Kami siap memberikan jasa konsultasi pajak baik secara verbal maupun secara tertulis.

2. JASA LAPORAN PAJAK | Tax Compliance

Kami memberikan layanan perpajakan berupa perhitungan pajak, pelaporan pajak dan administrasi laporan pajak sehingga Klien PT. GLOBAL SAKTI PRIMA dapat menjalankan keharusan perpajakannya dengan bagus.

Layanan pelaporan pajak diantaranya laporan SPT Masa PPh, SPT Masa PPN dan SPT Tahunan PPh Badan ataupun SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.

3. JASA PENDAMPINGAN PEMERIKSAAN PAJAK | VERIFIKASI

PT. GLOBAL SAKTI PRIMA mendampingi klien dalam menghadapi pemeriksa pajak, menjawab semua pertanyaan dari pemeriksa pajak dan kami membantu klien dalam mencocokan koreksi yang dilaksanakan pemeriksa pajak.

4. JASA SPT TAHUNAN

Kami membantu anda sebagai klien kami dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan dan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.

5. JASA RESTITUSI PAJAK

PT. GLOBAL SAKTI PRIMA siap menolong Wajib Pajak dalam rangka permohonan restitusi atas lebih bayar pajak sesuai dengan tata tertib perpajakan yang berlaku.

6. KEBERATAN DAN BANDING

Kami membantu wajib Pajak dalam mengajukan permohonan keberatan dan banding atas putusan fisus dan mendampingi klien kami selama cara kerja keberatan dan banding.

7. REVIEW PAJAK | Tax Review

PT. GLOBAL SAKTI PRIMA melakukan tax review atas seluruh praktek akuntansi dan pelaporan pajak yang telah dikerjakan perusahaan dengan tujuan untuk memberikan gambaran atas tingkat kepatuhan klien pada peraturan pajak yang berlaku. Dan juga memberikan estimasi atas tingkat resiko pajak secara tepat.

Tax review yang KAMI lakukan meliputi tiap-tiap transaksi yang berakibat pada Pajak Penghasilan Perusahaan, Pajak Penghasilan Karyawan, Pajak Penghasilan yang bersifat final, Widholding Tax dan Pajak Pertambahan nilai.

Nah terima kasih telah membaca 8 prinsip akuntan ini.

Lihat Juga: Video KJA Global Sakti Prima (Melayani dengan Trust andd Commitment)

Untuk itu, Saran kami Gunakan Company directory dibawah ini untuk menghubungi Jasa Konsultan Pajak baik untuk konsultasi ataupun berminat menggunakan jasa KAMI.

Dan KAMI akan lantas menanggapi pertanyaan Anda secepat yang bisa kami lakukan.

Kontak

Jikalau tertarik dengan jasa kami, langsung saja hubungi kami.

KJA PT. GLOBAL SAKTI PRIMA
Jl. Kertamukti No. 10
(Depan RSU Hermina)
Ciputat, Tangerang Selatan

Telepon Kantor / Fax : 021-2759 8408
Email : gspkja@gmail.com  farid_wajdi@yahoo.co.id
Facebook: Jasa Pembuatan Laporan Keuangan dan Pajak
Instagram: PT. Global Sakti Prima
Telf/SMS : 0822-1371-6188
Telf/WA  : 0812-1970-077

Semoga artikel 8 prinsip akuntan ini dapat bermanfaat.

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.